" Treat the earth well, it was not given to you by your parents, It was loaded to you by your children "


Rabu, 26 Januari 2011

Marketing Executive & Account Executive

Mungkin masih ada sebagian orang yang tumpang tindih terhadap pemahaman seorang Marketing Executive (ME) dengan Account Executive (AE). Masih ada di beberapa perusahaan dimana peran dan penempatan seorang ME dan AE tidak melihat dari kebutuhan dan produk perusahaan bersangkutan.
Hal ini dapat menyebabkan kurang efektifnya penjualan produk barang dan jasa perusahaan tersebut di pasaran karena disatu sisi produsenpun perlu memahami kemauan dan sifat dari pasar.
Barangkali paparan ini dapat sedikit membantu menjelaskan pemahaman tersebut agar dapat meningkatkan efektivitas penjualan.


SELLING CONCEPT :

Philosophy (Filosofi) :
Produk tidak akan terjual dengan sendirinya, sehingga konsumen perlu diyakinkan untuk membeli produk tersebut.
Objective (Tujuan) :  
Maksimalisasi profit dari penjualan.
How (Cara) :  
Promosi yang agresif, sehingga tercipta permintaan.
Kesimpulan :  kegiatan selling (penjualan) lebih berorientasi jangka pendek, lebih mengharapkan keuntungan dari penjualan.

MARKETING CONCEPT :
Philosophy (Filosofi) :
Memberikan kepuasan terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen.
Objective (Tujuan) : 
Orientasi profit dari kepuasan konsumen, sehingga berlangsung dengan sustain (berkelanjutan) karena apabila konsumen puas maka diharapkan terjadi pengulangan pembelian.
How (Cara) : 
Fokus ke strategi  4P (product, price, promotion, place) sehingga konsumen memperoleh benefit lebih tinggi dari cost, alias value (nilai) produknya jadi tinggi, didukung dengan komunikasi dan distribusi agar terjadi pengulangan pembelian tadi.

KOTLER menyebutkan, “ Marketing itu sebuah proses dari research sampai selling, research itu ibarat dasar gunung es yang tidak terlihat, sementara selling itu hanya puncak gunung es marketing yang terlihat dipermukaan.”

Account Executive biasanya diperuntukan untuk perusahaan yang menjual jasa, mereka memiliki peranan yang hampir sama seperti marketing namun mereka turun langsung ke lapangan dan melakukan nego siasi, mengatur uang kliennya untuk di tempatkan dimana saja, menyiapkan presentasi untuk menarik klien dan tracking klien juga tapi berbeda dengan sales, mereka menawarkan jasa. Marketing Eksekutif, disini banyak yang salah artikan, jadikan sales force padahal pada kegunaannya marketing eksekutif itu tugasnya mensupport sales dengan mentracking dan meresearch konsumen dan cara penjualan yang tepat untuk diterapkan salesnya.


Dalam pengertian yang sangat sederhana marketing adalah cara jualan, yang tujuannya tentu saja memperoleh sales/ revenue sebanyak mungkin, secepat mungkin dan juga sesering mungkin.

Salah satu toolsnya kita bisa menggunakan : Sales Force / tenaga penjualan yang sering kali di Indonesia disebut dengan sales saja.
Tools lainnya yaitu advertising juga promotion dan masih banyak lagi tools lainnya.
Tentu saja agar efektifitasnya seperti yang diharapkan, penerapan tools tersebut harus didukungdengan strategi yang juga efektif.

Kita juga harus lebih aware lagi untuk mengetahui posisi yang ditawarkan oleh perusahaan yang menawarkan pekerjaan, karena definisi yang sudah beredar di masyarakat kita marketing = sales, padahal kedua definisi tersebut cukup berbeda.

Sales adalah Penjualan  sedangkan  Marketing adalah Pemasaran, padahal mungkin yang dimaksud dari definisi tersebut adalah sales force / tenaga penjualan, namun kita terlalu suka menyingkat kata dari Sales Force menjadi Sales sehingga umumnya orang kita menganggap marketing disamakan arti dengan sales.
Itu sebabnya mengapa banyak perusahaan disini sangat jarang sekali ada divisi marketingnya,  yang ada hanya divisi sales, sehingga untuk aktivitas marketing promosinya cenderung diabaikan bahkan terkadang sepenuhnya diserahkan ke Advertising Agency .
Padahal idealnya perusahaan itu mempunyai departemen marketing yang didalamnya terdiri dari beberapa  divisi : 

1.  Divisi Marketing Communication
2.  Divisi Marketing Analyst
3.  Divisi Customer Relationship Management
4.  Divisi Promosi
5.  Divisi Sales

Sehingga ketika berhubungan dengan advertising agency untuk aktivitas above the linenya atau juga dengan Event Oganizer untuk aktivitas bellow the linenya , mereka tinggal mengeksekusi konsep yang sudah dibuat dari dalam perusahaan, bukannya menjadikan mereka yang membuat konsep keseluruhan nya.
Selain itu, saat ini juga banyak perusahaan disini dimana jabatan sales (maksudnya sales force) juga sering dipersamakan menjadi Marketing, Brand Ambassador, Account Executive dll untuk membuatnya terlihat lebih menarik lagi sehigga semakin ranculah definisi yang berkembang .

Sekedar mau mencoba memberikan sedikit pencerahan saja, Account Executive (AE) adalah Client Service Officer yang berbeda dengan sales.
Seorang AE bukan hanya dituntut untuk menjual produk saja akan tetapi menjalin hubungan friendly dengan kliennya agar memahami apa yang diperlukan oleh para kliennya sehingga dapat memberikan solusi berdasarkan Analisa & Konsultasi yang dilakukan sebelumnya dengan klien.
Dalam keahlian profesi seorang AE mengandung penerapan ilmu pengetahuan yang luas diantaranya ilmu menjual, ilmu public relation, human psychological, ilmu kepribadian, dsb.

Itulah sebabnya kenapa istilah Account Executive digunakan karena seorang AE harus wajib mengenal dekat setiap klien yang ditanganinya, terlepas klien tersebut membeli atau tidak produk yang ditawarkan.
Bila perusahaan-perusahaan diluar negeri banyak yang menerapkan jasa Account Executive diperhitungkan ke dalam billing tagihan yang terpisah dengan billing produk & diperhitungkan ke klien berdasarkan jumlah jam yang terpakai untuk melayani klien bersangkutan (dikenal sebagai Account Services Fee).
Sedangkan bila di Indonesia, banyak klien yang menghindar  bilamana Account Services Fee dibebankan.

Bila sales hanya menfokuskan diri pada penjualan suatu produk, jadi mandat yang diberikan oleh atasannya dijalankan dengan semaksimal mungkin, dalam arti mendatangkan prospek penjualan setinggi mungkin.
Sedangkan marketing lingkupnya lebih luas dan terstruktur, meliputi planning, prospecting, selling, Reporting and customer care/customer satisfaction (menangani klaim konsumen).

Jadi sebenarnya antara sales dan marketing tugas utama adalah menjual tapi disisi lain tugas marketing lebih banyak jika dibandingkan dengan sales, dan tidak menutup kemungkinan kebalikannya, semua tergantung kepada perusahaan masing-masing, berbeda produk maka berbeda pula prinsip dan tugas penjualannya.
(Afu & berbagai sumber)

Info Guest House di Kota Bandung :   klikguesthousebandung






2 komentar:

Alternatif HErbal mengatakan...

Oh gitu yah gan... baru tau ane..

Arfad mengatakan...

ya kurang lebih seperti itu..utk lebih detilnya bs search ke bbrp sumber lainnya..semoga bermanfaat